Selasa, 23 Desember 2014

 
(Probiotik Pengurai Limbah)
Mengatasi Masalah Limbah Secara Biologis


UtonFarm (Probiotik Pengurai Limbah)  merupakan komposisi bakteri probiotik murni (aerobic) yang menguntungkan   dan mampu bekerja secara sinergis pada lingkungan air buangan sehingga kualitas lingkungan air yang bersih dapat tercapai.


Manfaat :
1.     Menghilangkan bau dan meperbaiki warna air buangan.
2.     Menguraikan  NHะท dan senyawa N lainnya yang tinggi dalam air buangan.
3.     Menguraikan PO4 dan senyawa P lainnya yang tinggi dalam air buangan.
4.     Menguraikan H2S dan senyawa S lainnya yang tinggi dalam air buangan.
5.     Menurunkan nilai COD (Kandungan Oksigen Buangan) pada air buangan.
6.     Menjaga kestabilan pH pada air buangan.
7.     Menguraikan bahan organic (protein, karbohidrat, lemak) secara biologis.
8.     Meningkatkan dominasi populasi bakteri yang menguntungkan pada air buangan.

Kemasan :
Kemasan yang tersedia = 500 ml, 1 liter, 5 liter, 18 liter, 200 liter

Kandungan :
1.     Aerobacter sp.
2.     Nitrobacter sp.
3.     Nitrosomonas sp.
4.     Lactobacillus.
5.     Saccharomyces c.
Petunjuk Pemakaian :
1.   Lakukan Adjustment nilai pH limbah dibak aerasi sekitar pH 6,5-8,0, Kocok UtonFarm (Probiotik Pengurai Limbah) terlebih dahulu beberapa saat dan tuangkan pada bak aerasi dengan kriteria  sebagai berikut :
a.    Air Buangan Rumah Tangga / Gedung / Hotel /  Apartemen dll.:
Berikan UtonFarm (Probiotik Pengurai Limbah)  1 liter/hari untuk air buangan sebanyak 50-70 M³.
b.    Air Buangan Rumah Sakit / Plaza / Mall dll.:
Berikan UtonFarm (Probiotik Pengurai Limbah)1 liter/hari untuk air buangan sebanyak 30-50 M³.
c.    Air Buangan Industri /Laboratorium:
Berikan UtonFarm (Probiotik Pengurai Limbah)1 liter/hari untuk  air buangan sebanyak 10 – 30 M³.
2.  Campurkan UtonFarm (Probiotik Pengurai Limbah)1 liter dengan 10 liter air bersih dalam ember plastic.
3.   Pemberian ke dalam IPAL dapat dilakukan dengan cara kultur, titrasi atau ditebar langsung (disesuaikan dengan kondisi lapangan).


Perhatian  :
1.  Sebaiknya  sistem pengolahan diberikan supply oksigen (aerasi) yang cukup dan stabil dengan menggunakan aerator atau blower sesuai dengan kapasitas air buangan dimana minimal kandungan oksigen terlarut (DO) adalah 2,5  ppm dan pH air buangan pH 6,5–8,0.
2.  Hindari dari sinar matahari langsung, jangkauan anak-anak dan penggunaan zat-zat yang dapat mematikan bakteri seperti: karbol, Lysol, sianida betalaktam, formaldehyde, arsen.
3.   Masa kadaluarsa UtonFarm (Probiotik Pengurai Limbah) adalah satu tahun sejak tutup botol dibuka.



Logo.jpg 
(Pupuk Organik Cair/Padat)

Pupuk Organik Cair/Padat Utonfarm dengan berbahan dasar hayati merupakan produk 100% Organik, Ramah Lingkungan sesuai Program GO GREEN. Tidak ada bahan kimia sedikitpun yang terkandung didalamnya, serta dibuat dengan bahan segar untuk menghasilkan mikro organisme terbaik bermanfaat bagi tanaman.
Pupuk Organik Cair/Padat Utonfarm merupakan multiguna dapat digunakan sebagai kompos, hormon pertumbuhan, herbisida dan membantu menyeimbangkan serta menguatkan pertumbuhan tanaman, diperkuat dengan asam amino.
Pupuk Organik Cair/Padat Utonfarm menjadi solusi petani untuk meningkatkan panen pertanian, perkebunan sehingga taraf hidup petani dapat lebih baik sekaligus mencapai target swasembada pangan nasional dan menciptakan lingkungan hidup yang asri dan lestari.

KEUNGGGULAN dan MANFAAT :
1.     Memperbaiki struktur tanah
2.     Mengembalikan unsur hara makro dan mikro tanah
3.     Megurai residu pestisida
4.     Merombak residu pupuk kimia menjadi senyawa yang siap diserap tanaman
5.     Memperbaiki agregat tanah.
6.     Mempercepat mineralisasi tanah secara biologi
7.     Mempercepat ketersediaan unsur hara dalam tanah.
8.     Mengefektifkan penyerapan unsur hara oleh akar.
9.     Mempercepat penguraian materi organik tanah.
10.  Meningkatkan produktufitas kesuburan tanah
11.  Menguatkan Bibit dipersemaian
12.  Membant pertumbuhan akar,batang, daun, bunga, dan buah
13.  Menghemat pemakaian produk kimia
14.  Mampu memperbanyak anakan, mempertinggi rendaman dan mengurangi gulma tanaman padi.
15.  Menekan resiko stress pada tanaman pada saat pindah tanam.
16.  Mencegah serangan penyakit pada tanaman.
17.  Dengan pemakaian teratur akan memulihkan kondisi tanaman yang tidak sehat.
18.  Memelihara ketersediaan mikroba pada tanah.
19.  Sesuai dengan iklim tropis dan segala jenis tanah.
20.  Harga terjangkau untuk petani dibanding dengan produk pupik kimia.

Kemasan :
Kemasan yang tersedia = 500 ml, 1 liter, 5 liter, 18 liter, 200 liter

Kandungan :
1.     Mengandung Unsur hara makro yang maksimal untuk pupuk organik : N, P2O5, K2O
2.     Mengandung Unsur hara mikro yang tepat : Fe, Mn, Cu, Zn, B, Co, Mo,
3.     Mengandung hormon pertumbuhan
4.     Mengandung C Organik
5.   Yang sangat penting pupuk organik Uton Farm juga menandung berbagai mikroorganisme (agensia hayati) yang sangat menguntungkan tanaman : Aerobacter sp., Nitrobacter sp., Nitrosomonas sp., Lactobacillus., Saccharomyces c.

Petunjuk Pemakaian :
  1. Semprotkan (Siramkan) larutan pupuk organik Uton Farm pada tanah 1 - 2 hari sebelum tanam (pada tanaman padi) dan kocor pada lubang tanam sebelum tanam (pada tanaman cabai, terong, tomat dll), dengan konsentrasi 5 ml/ liter (70 ml Uton Farm per tangki semprot 14 lt).
  2. Semprotkan (Siramkan) pada daun, batang dan akar tanaman sejak umur 15 hst dengan konsentrasi 5 ml/ lt
  3. Semprotkan (Siramkan) pupuk organik Uton Farm setiap 15 hari sekali dengan konsentrasi 5 ml/ lt
  4. Kocor pangkal batang tanaman cabe, tomat, terong dll dengan pupuk organik Uton Farm setiap 15 hari sekali dengan konsentrasi 5 ml/ lt
  5. Cara pemakaian lebih detail bisa dibaca pada label/ kemasan Uton Farm

Perhatian :
  • Penyemprotan (Penyiraman) sebaiknya dilakukan sore hari setelah jam 4 atau pagi hari sebelum jam 9 (saat hari cerah / tidak hujan).
  • 1 tutup botol Uton Farm berisi 12 ml, jadi 1 tangki perlu 5-6 tutup Uton Farm
  • Sebaiknya tidak dicampur dengan pestisida kimia


Minggu, 21 Desember 2014

Menikmati Mangga Kiojay

Saat melihat sosok buah mangga Kiojay yang bergelantungan di kebun belakang rumah, sekilas teringat komentar salah satu pembaca blog ini.  "Bisa ga mas diulas lagi tentang kiojay ini, soalnya seneng saya bacanya ".  Hemmm... apalagi yang yang diulas ya..... 

manis, enak sedikit berair.... renyah nya dapat juga
A haaa...!!! Langsung saja terlintas di benak saya untuk mengulas
saat dan cara tepat menikmati buahnya....  Halaaahh... cara menikmati kan tinggal di kupas di potong dan tinggal LHEEEP....

Mungkin itu yang ada di benak Anda sekalian....Betulll sekali,... tinggal di makan aja kok  repot ... 
Kita semua tentu pernah makan Sayur Bayam (sayur bening ) kan.... hemmm lezat sekali.. Apalagi disajikan di jam 12 siang saat terik matahari dan dikala perut terasa lapar.   
 
2 minggu lagi bisa di petik
 Pernahkah kita bayang kan jika hidangan diatas disajikan pada jam 8 malam.... Disaat perut keroncongan pun masih terasa nikmat... cuma.... terasa aneh alias kurang pas deh kalau malam-malam makan sayur bening.  Setuju tidak !!...
 
buah dipetik tgl 17 Nov 2014, Hari Senin

Wah kok jadi bicara masakan nih... he he he 
Inti nya begini : Mangga Kiojay ini memang enak, tentu saja jika sudah tua dan masak.  Tapi kondisi masak dan tua yang bagaimana yang bisa optimal ?  Kapan dipetik, kapan disantap..?? Itu yang saya maksud !

Hari Jumat, 21 Nov 2014 (5 hari pasca petik) sudah matang merata
Pada tulisan pertama tentang mangga ini, menikmati nya masak di pohon ternyata ada sedikit kekecewaan. Lewat beberapa kali percobaan dan sharing dengan rekan, Akhirnya ketemu saat yang PAS...   

terlambat 2 hari, tapi masih oke punya
Namun maaf sebelumnya, tips ini berlaku bagi pembaca yang memiliki pohon sendiri, atau paling tidak punya tetangga atau teman dan saudara yang memiliki pohonnya.....he he..

tengah buah tidak terfermentasi....

Tanpa bertele-tele berikut paparannya :
  1. Petik buah tua dari pohon kurang lebih tua 85 %.  Ditandai dengan kulit yang hijau tua kusam merata.  pada kondisi ini buah masih keras dan tangkai masih bergetah.
  2. Sisakan sedikit tangkai di pangkal buah, potong dengan gunting dan simpan simpan di suhu ruangan selama kurang lebih 4-6 hari.  Anda bisa juga membungkusnya dengan kertas koran bekas per buah.  Jangan diperam paksa atau di karbit di kardus, biarkan matang alami.
  3. Setelah 4-6 hari buah akan sedikit empuk secara merata, untuk lebih nikmat bisa kita taruh di dalam lemari es beberapa jam sebelum di santap.
  4. Selanjutnya terserah Anda .... mau mengundang teman dan handai taulan atau di nikmati sendiri.....

TEKNIK BUDIDAYA SAYURAN SECARA HIDROPONIK




PENDAHULUAN

Pandun hidroponik komersial ini didasarkan pada pengalaman, penelitian dan pengamatan saya terhadap teknologi hidroponik yang telah diterapkan lebih dari
14 tahun di Indonesia. Panduan ini merupakan salah satu kegiatan untuk memenuhi kebutuhan petani maupun perusahaan pertanian yang ingin menerapkan teknologi pertanian, agar dapat meningkatkan produktifitas maupun kualitas dengan hasil produksi yang kontinyu.

Kurangnya para pengusaha dan petani yang berkecimpung dalam memproduksi sayuran dengan teknologi hidroponik agar berkualitas dan berkesinambungan, menyebabkan lambatnya laju pertumbuhan produksi dan tingkat persaingan yang kurang tajam. Kendala utama untuk menerapkan teknologi tersebut adalah kurangnya tenaga terampil, terutama pada tingkat manager.

PENGENALAN

Budidaya pertanian yang menggunakan teknologi hidroponik, tidak lepas dari sarana yang dapat menunjang optimalisasi dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Mengingat hidroponik ini bukan suatu keharusan, melainkan suatu jalan keluar, maka komoditi yang ditanam pun harus mempunyai pasar khusus dengan harga khusus pula.


Sarana penunjang tersebut mempunyai fungsi masing-masing yang saling terkait pada suatu sistem hidroponik. Ada beberapa hal yang penting agar hidroponik secara kualitas dan kuantitas dapat berhasil, antaralain sumber daya manusia, manajemen kebun, greenhouse, nursery, sistem irigasi, benih, media tanam dan peralatan pendukung lainnya. Dengan demikian, praktek yang berlangsung secara aktif di dalam kebun produksi akan dapat memberikan ketrampilan secara menyeluruh terhadap penerapan teknik budidaya tanaman sayuran menggunakan teknologi hidroponik

MATERI DALAM PANDUAN SISTEM HIDROPONIK

POKOK-POKOK MATERI PANDUAN HIDROPONIK

KONSTRUKSI GREENHOUSE
- Pengertian greenhouse dalam pertanian
- Syarat-syarat pembangunan greenhouse
- Bahan pembangun greenhouse
- Bentuk-bentuk bangunan greenhouse
- Fungsi bentuk-bentuk bangunan greenhouse
- Keuntungan greenhouse dalam pertanian

MEDIA TANAM HIDROPONIK
- Pengertian media tanam untuk hidroponik
- Jenis dan fungsi media tanam
- Syarat-syarat media tanam yang baik
- Dimana media tanam dapat diperoleh
- Pembuatan media tanam hidroponik


TEKNIK PERSEMAIAN
- Pengertian semai
- Bahan dan alat umtuk persemaian
- Teknik persemaian
- Registrasi dan pengontrolan

MANAJEMEN NURSERY
- Teknik sterilisasi dan desinfektan
- Teknik pemindahan bibit
- Pemeliharaan bibit di nursery
- Pemupukan dan penyiraman di nursery
- Registrasi dan pengontrolan

TEKNIK BUDIDAYA HIDROPONIK
- Teknik budidaya tanaman paprika, tomat dan timun
- Teknik pemeliharaan
- Pemupukan dan penyiraman
- EC dan pH di dalam media tanam
- Pengendalian hama dan penyakit
- Teknik penyemprotan
- Teknik pemanenan

PEMUPUKAN DAN PENYIRAMAN
- Pengertian pupuk dan penyiraman
- Penyerapan unsur hara oleh tanaman
- Cara pembuatan larutan nutrisi
- EC dan pH di dalam pembuatan larutan nutrisi
- Waktu dan teknik penyiraman dengan sistem manual dan irigasi tetes
- Registrasi dan pengecekan penyiraman
- Unsur hara dan fungsinya

EC DAN PH DALAM SISTEM HIDROPONIK
- Pengertian EC dan pH dalam pertanian
- Fungsi EC dan pH dalam pertanian hidroponik
- Teknik perubahan EC dan pH dalam pembuatan larutan nutrisi
- Teknik perubahan EC dan pH di dalam media tanam
- Masalah yang timbul akibat perubahan EC dan pH

SISTEM IRIGASI HIDROPONIK
- Pengertian irigasi hidroponik
- Bak penyimpan air
- Sistem irigasi tetes (drip irigation system)
- Fungsi dan instalasi irigasi tetes

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
- Pengenalan hama dan penyakit tanaman sayuran hidroponik
- Jenis-jenis hama dan penyakit tanaman sayuran
- Gejala serangan hama dan penyakit tanaman sayuran
- Teknik pengendalian hama dan penyakit

SOSIAL MASYARAKAT
- Pengenalan lingkungan di lokasi kebun
- Hubungan pertanian dengan masyarakat
- Hubungan masyarakat dengan organisasi dan pemerintah
- Aspek sosial dalam penerapan teknologi baru dalam bidang pertanian
- Peranan masyarakat dalam pelaksanaan proyek pertanian

REGISTRASI DAN PENGAMATAN
- Pengertian registrasi dan pengamatan dalam sistem hidroponik
- Fungsi dan tujuan registrasi dan pengamatan
- Teknik registrasi dan pengamatan

ANALISA HASIL DAN PASCA PANEN
- Analisa hasil per tanaman dan per satuan luas
- Analisa hasil produksi per tahun
- Perencanaan panen
- Teknik quality control
- Teknik pengepakan
- Transportasi dan distribusi

APA ITU MEDIA TANAM HIDROPONIK


Dalam budidaya sayuran yang menggunakan sistem hidroponik, ada beberapa bahan dan alat yang perlu dipergunakan antara lain, media tanam, benih, dan larutan nutrisi. Mengingat hidroponik ini bukan suatu keharusan ataupun kebutuhan, melainkan suatu jalan keluar, maka komoditi yang ditanam pun harus mempunyai pasar khusus dengan harga yang khusus pula. Karena komoditi secara hidroponik akan merugi, jika yang ditanam itu adalah jenis tanaman murah dan rendah nilai jualnya. Hal ini adalah karena akibat dari sistem pemeliharaan hidroponik yang memerlukan cara intensif dengan biaya produksi yang relatif lebih tinggi.


MEDIA TANAM

Media tanam hidroponik merupakan bagian yang penting juga untuk menunjang keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Karena itu, media ini harus poros dan dapat mempertahankan kelembaban. Media tanam dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu media untuk persemaian, pembibitan dan media untuk tanaman dewasa. Tetapi biasanya, jenis media yang digunakan disamping dapat untuk persemaian juga dapat pula untuk pemebibitan dan tanaman dewasa.

Media untuk persemaian
Media untuk persemaian dapat menggunakan berupa arang sekam atau rockwool. Untuk persemaian yang menggunakan arang sekam, harus benar-benar diketahui kualitasnya, terutama kebersihan dan bebas dari hama penyakit.

Untuk persemaian yang menggunakan rockwool, akan lebih mudah dalam pemindahan bibit ke media pembibitan, karena persemaian menggunakan potongan-potongan kecil rockwool yang dimasukan ke setiap lubang tray.

Media untuk pembibitan
Dalam pembibitan ini media yang dapat digunakan antara lain arang sekam dan rockwool. Tapi semua media yang digunakan akan memerlukan tempat atau wadah untuk media, tempat atau wadah ini bisa menggunaka polybag atau plastik yang sesuai dengan ukuran media.

Media untuk tanaman dewasa

Media untuk tanaman yang dewasa hampir sama dengan media yang digunakan untuk persemaian atau pembibitan. Akan tetapi ada juga yang mengkombinasikannya dengan media yang berbeda. Misalnya, untuk pembibitan menggunakan media rockwool dan untuk tanaman yang dewasa dengan media arang sekam, ataupun kebalikannya.

Untuk tanaman dewasa media tanamnya harus lebih besar volumnya, karena dalam media ini merupakan tempat pertumbuhan dan perkembangan akar, serta sebagai media untuk menyerap unsur hara.

KOMODITI HIDROPONIK


BENIH

Pemilihan benih adalah sangat penting sekali sebagai tolak ukur produktifitas budidaya hidroponik. Hal ini bisa dimengerti, karena produktifitas tanaman tergantung pula terhadap keunggulan jenis benih/bibit yang kita tanam. Pada sekala usaha yang besar, pemilihan atas komoditi atau jenis tanaman yang akan di tanam harus dipikirkan terhadap pemasaran produk yang akan dihasilkan. Dengan varietas yang unggul dan sesuai dengan permintaan pasar, di harapkan pengusaha/petani dapat berproduksi dengan optimal tanpa kesulitan tarhadap pemasarannya.

JENIS TANAMAN

Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan. Sebagai contoh jenis tanaman yang mempunyai nilai jual diatas rata-rata, yaitu:
a. Paprika
b. Tomat
c. Timun Jepang
d. Melon
e. Terong Jepang
f. Selada

Selain jenis tanaman di atas, banyak lagi yang dapat dibudidayakan dengan teknik hidroponik apabila dilakukan hanya pada kegiatan hobby
saja.